Sosialisasi Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat pada Daerah Perbatasan Kabupaten/Kota Tahun 2019

Rabu, 6 November 2019 di Nagari Kasang Kecamatan Batang Anai Kabupaten Padang Pariaman bertempat di Auditorium PT Cocacola Nagari Kasang dilaksanakann Sosialisasi Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat pada Daerah Perbatasan Kabupaten/Kota Tahun 2019. 

 

Sosialisasi digagas oleh Dinas Lingkungan Hidup Prov. Sumbar dalam rangka mengoptimalkan pengelolaan sampah di wilayah perbatasan Kabupaten/Kota. 

 

Sosialisasi yang dibuka oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup Prov. Sumbar yang diwakili oleh Kepala UPTD Persampahan Ir. Vianti Zami, M.Si, diikuti oleh 50 peserta yang berasal dari masyarakat Nagari Kasang Kecamatan Batang Anai Kabupaten Padang Pariaman. Turut hadir pada acara Camat Batang Anai ( Suhardi, S.Sos, MM ), Walinagari Kasang (Daman Huri), Ketua DPW Asosiasi Bank Sampah Indonesia (Asobsi) Sumbar (Syaifuddin Islami, S.TP, M.Si) 

 

Dalam sambutannya beliau menyampaikan bahwa dalam rangka mewujudkan Kebijakan Nasional Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga dengan target pengurangan sampah dari sumbernya sekitar 70 persen sehingga hanya 30 persen yg ditangani TPA hingga 2025. Sebagai tindaklanjut kebijakan tersebut Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI menggelar Gerakan Nasional Pilah Sampah Dari Rumah, sebagai upaya untuk mengajak keterlibatan masyarakat dalam memahami potensi sampah dengan tujuan untuk mengubah pola pikir, gaya hidup, dan budaya di masyarakat agar mereka bisa mengelola sampah lebih baik lagi.

 

Materi sosialisasi pengelolaan sampah di Nagari Kasang disampaikan oleh 3 ( tiga) narasumber. Narasumber pertama, Drs. H. Syafrizal, MM (Kadis Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Prov. Sumbar menyampaikan materi tentang Pemanfaatan Dana Desa Dalam Pengelolaan Sampah Melalui Badan Usahan Milik Desa/Nagari . 
Sementara Narasumber kedua, Kabid Pengelolaan Sampah Dinas Lingkungan Hidup Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan Kabupaten Padang Pariaman Ibu Afni Susanti SP, M.Si menyampaikan materi terkait dengan Pengelolaan Sampah Kabupaten Padang Pariaman. Narasumber terakhir, yang merupakan Ketua DPW Asosiasi Bank Sampah Indonesia (Asobsi) Sumbar Bpk. Syaifuddin Islami, S.TP , M.Si menyampaikan materi Pengelolaan Sampah Perbatasan Kab/Kota dengan Metode Bank Sampah.

 

Syafrizal yang akrab disapa dengan Pak Ucok menyampaikan, sudah saatnya Dana Desa/ Nagari tidak lagi hanya dimanfaatkan untuk pembangunan infratruktur. Sudah saatnya dana tersebut dapat dimanfaatkan untuk pengelolaan lingkungan dan pengembangan ekonomi masyarakat seperti untuk pendirian BumNag yang salah satu usahanya adalah mengelola Bank Sampah.

 

Sejalan dengan pendapat tersebut, Syafruddin Islami menyampaikan, masyarakat jangan sampai membuang Sampah karena hakikatnya membuang sampah hanya memindahkan sampah yang artinya hanya memindahkan masalah. Untuk menyelesaikan masalah mestilah diawali dengan memilah sampah. Selanjutnya diikuti dengan pengolahannya, dimana sampah organik diolah menjadi kompos dan sampah yang masih bisa dimanfaatkan spt sampah plastik/kertas dll, melalui sentuhan inovasi diolah menjadi produk yang bermanfaat kembali. Akhirnya sampah yg tidak bernilai bahkan banyak menimbulkan masalah dapat disulap menjadi produk yang memiliki nilai ekonomis kembali. Diperlukan komitmen bersama untuk mendirikan Bank Sampah sebagai langkah untuk menyulap sampah menjadi rupiah bahkan menjadi emas.

 

Modal utama pendirian Bank Sampah adalah komitmen yang kuat dari pengurus untuk melakukan/mengajak masyarakat untuk memilah sampah mulai dari rumah tangga, sedangkan modal lain hanyalah timbangan untuk menimbang sampah.

 

Melalui Bank Sampah, selain menyelesaikan masalah sampah/ lingkungan, dapat pula mengatasi masalah ssosial ekonomi seperti pengangguran. Pemuda yg biasanya menganggur bahkan menimbulkan masalah sosial, dapat diberdayakan sehingga produktif dan memiliki penghasilan.

 

Materi sosialisasi ditutup dengan pembentukan Bank Sampah Nagari Kasang sekaligus susunan pengurusnya,dengan penanggung jawab Walinagari Kasang Bpk Daman Huri.
Dalam proses pembentukan Bank Sampah akan dilakukan pendampingan.

Akhirnya, sebelum acara ditutup dibagikan 50 unit komposter kepada semua peserta.

Share Berita :