08 Desember 2020 16:14:37 WIB

Limbah Medis Covid 19 di Sumbar Meningkat

Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sumatera Barat mencatat peningkatan jumlah limbah medis penanganan covid 19 di Sumbar mengalami peningkatan. Hal ini disebabkan karena banyaknya limbah dari laboratorium yang melakukan tes swab dari berbagai kalangan masyarakat serta hasil penanganan pasien yang melakukan karantina/isolasi mandiri.

 

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sumatera Barat menyebutkan terkait limbah medis yang dihasilkan tersebut harus dilakukan pemusnahan sesuai ketentuan yang berlaku, pemusnahan dilakukan dengan menggunakan alat incinerator dengan ketentuan memiliki suhu 800 derajat celcius dan petugas yang melakukan pemusnahan harus menggunakan APD.

 

Daerah yang ditunjuk untuk pemusnahan limbah Covid-19 menggunakan alat incinerator itu yakni Kabupaten Dharmasraya, Solok Selatan, Pesisir Selatan, dan Kepulauan Mentawai. Selain di daerah tersebut Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sumatera Barat juga telah bekerja sama dengan PT. Semen Padang sebagai tempat pemusnahan limbah medis penanganan Covid-19.

 

Siti Aisyah juga menyebutkan terkait limbah medis Covid 19 ini terdiri atas 2 jenis yakni limbah infeksius dan limbah sampah sejenis rumah tangga. Limbah infeksius merupakan limbah yang dihasilkan rumah sakit sementara untuk sampah sejenis rumah tangga seperti masker bekas pakai.

 

Untuk masker bekas pakai sebelum dibuang ke tempat sampah masker terlebih dahulu dicuci lalu dilakukan pemotongan atau dirobek-robek agar tidak terjadi penyalahgunaan masker bekas. Dan hal yang perlu dipastikan yakni agar masker tidak dibuang sembarangan seperti ke sungai atau selokan rumah.

 

Terkait cara pengangkutan limbah medis ini, Aisyah menyebutkan ada ketentuan yang harus dipatuhi, sebab untuk membawa limbah medis penanganan Covid-19 itu menempuh jalar umum. Hal utama yang harus dipatuhi adalah pengangkutannya menggunakan mobil box Bagi kendaraan angkutan yang tidak punya box, bisa diantisipasi dengan cara memasukkan limbah medis ke dalam dus yang telah dibaluti plastik.

 

Setiap dus harus dilapisi plastik baik luar dus maupun di dalam dus, dan dilakukan penyemprotan disinfektan. "Selanjutnya, bila telah tersimpan dalam kotak dus, mobil pengangkutnya harus menutup kembali menggunakan terpal yang rapat layaknya seperti box. Jadi dengan cara itu, pengaturannya sudah sangat aman, ujarnya.

 

Aisyah mengatakan persoalan pemusnahan limbah medis penanganan Covid-19 telah ada Su Edaran Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan tentang Pengelolaan Limbah Infeksiu (Limbah B3) dan Sampah Rumah Tangga dari Penanganan Coronavirus Disease (Covid-19).

Sumber: Forum Wartawan Lingkungan Sumatera Barat (https://www.cendananews.com/)

Share Berita :